Bahasa.ensiklopedia.online

Aksara · Sistem tulisan

Aksara Katakana

ア イ ウ

Aksara Katakana adalah sistem tulisan silabaris, ditulis mendatar dari kiri ke kanan atau vertikal sesuai konteks. Identitas aksara dibedakan dari bahasa dan konvensi ejaan.

ISO 15924
Kana
Struktur
Silabaris
Lingkup
Sistem tulisan
Rujukan utama
18.0.0 ↗
Kana a, i, dan u; spesimen tiga tanda, bukan kalimat.
Kana a, i, dan u; spesimen tiga tanda, bukan kalimat. Unicode ↗ · Lisensi · Noto · OFL

Mengenali sistem tulisan

Struktur tulisan

Katakana merupakan sistem kana yang menjadi bagian dari tulisan Jepang. Bentuk karakter dasarnya berbeda dari Hiragana walaupun sejumlah tanda memiliki hubungan pembacaan. Tanda tambahan dan karakter kecil dapat membentuk rangkaian yang tidak aman dipotong berdasarkan satu unit UTF-16.[1]

Penggunaan dan cakupan

Profil ini mencatat Katakana sebagai aksara tersendiri dan menautkannya ke bahasa Jepang. Hubungan itu berbeda dari identitas bahasa ataupun ortografi. Spesimen berupa tiga tanda dasar, bukan penerjemahan. Arah penulisan mengikuti konteks horizontal atau vertikal yang dijelaskan dalam dokumentasi Unicode.[1]

Bukti identitas: Bagian Katakana; rangkuman karakter dan struktur ↗

Bahasa yang menggunakan

1 profil bahasa terbit dalam koleksi.

Informasi dengan konteks

Kode dan cakupan identitas
Sistem kodeKodePemetaan dan catatan
ISO 15924KanaIdentitas cocokKode aksara; tidak menghitung bahasa.

Lembar spesimen

ア イ ウ

Kana a, i, dan u; spesimen tiga tanda, bukan kalimat.
Unicode Standard — Bab 18 (Han, Hiragana, dan Katakana) ↗

Arah: Horizontal kiri ke kanan; vertikal menurut konteks. Contoh karakter dapat disalin. Bentuk dan susunannya ditampilkan oleh font dan peramban.

Catatan dan rujukan

  1. Unicode Standard — Bab 18 (Han, Hiragana, dan Katakana) ↗18.0.0 · Unicode Terms of Use
  2. ISO 15924 — daftar kode aksara ↗Daftar daring, diperiksa 14 Oktober 2026 · Unicode Terms of Use
  3. Unicode — arah tulisan dan teks bidirectional ↗FAQ daring, diperiksa 14 Oktober 2026 · Unicode Terms of Use

Atribusi dan catatan setiap sumber →