Bahasa.ensiklopedia.online

Bahasa · Lisan

Kedang

Kedang dicatat sebagai bahasa lisan kategori L1 dalam Glottolog 5.3, dengan identitas keda1252. Sumber menempatkannya dalam keluarga Austronesian dan mengasosiasikannya dengan Indonesia.

ISO 639-3
ksx
Cara berbahasa
Lisan
Lingkup
Bahasa individual · cakupan Glottolog 5.3
Rujukan utama
Glottolog 5.3 ↗
Kedang
Titik rujukan; bukan batas persebaran. Glottolog 5.3 ↗ · Lisensi

Gambaran umum

Identitas dan penamaan

Glottolog menggunakan nama rujukan Kedang. Identitas keda1252 tercatat pada tingkat bahasa, dalam kategori bahasa lisan sebagai bahasa pertama (L1). Kategori ini mengacu pada penggunaan tradisional suatu komunitas. Cakupan profil mengikuti sumber, termasuk dokumentasi dari masa lalu. Nama katalog belum tentu merupakan nama asli atau nama pilihan komunitas. Nama asli hanya ditambahkan jika ada bukti yang sesuai. Glottolog menautkan kode ISO 639-3 ksx. Cakupan kode pada daftar resmi ISO belum diperiksa langsung.[1][2][3]

Posisi dalam klasifikasi

Jalur klasifikasi Glottolog 5.3 menuju Kedang melewati Austronesian (aust1307) → Malayo-Polynesian (mala1545) → Bima-Lembata (bima1248) → Flores (flor1244) → Flores-Lembata (flor1239) sebelum mencapai identitas keda1252. Urutan ini mempertahankan cabang pada edisi sumber. Keluarga akar tidak selalu menjadi induk langsung bahasa. Kekerabatan ini mengikuti klasifikasi historis Glottolog. Kesamaan negara atau aksara tidak menentukan kekerabatan. Klasifikasi dapat berubah seiring bertambahnya penelitian perbandingan historis.[2][3]

Bukti identitas: languoid.csv: id=keda1252; CLDF keda1252-level, keda1252-category ↗

Klasifikasi dan hubungan

Menurut Glottolog, edisi 5.3.

  1. AustronesianGlottocode aust1307 · Glottolog 5.3
  2. Malayo-PolynesianGlottocode mala1545 · Glottolog 5.3
  3. Bima-LembataGlottocode bima1248 · Glottolog 5.3
  4. FloresGlottocode flor1244 · Glottolog 5.3
  5. Flores-LembataGlottocode flor1239 · Glottolog 5.3
  • KedangJalur klasifikasi lengkap dari akar keluarga tercatat dalam data CLDF v5.3.

Informasi dengan konteks

Asosiasi wilayah dan titik

Kolom negara (Countries) mencatat kaitan dengan Indonesia (ID). Kawasan geografis (Macroarea) dalam Glottolog: Papunesia. Pembagian kawasan ini mengikuti data sumber dan berbeda dari keluarga bahasa. Titik perwakilan sumber berada pada -8.23039° lintang dan 123.77° bujur. Negara dan titik rujukan tidak menunjukkan semua lokasi penutur, status bahasa resmi, batas komunitas, atau kepemilikan wilayah. Informasi wilayah perlu dibaca sesuai cakupan sumber.[1][2]

Dokumentasi yang tercatat

Dokumentasi terluas yang tercatat dalam Glottolog, atau Most Extensive Description (MED), termasuk kategori tata bahasa dengan kurang dari 300 halaman. Edisi sumber mencatat 6 rujukan dalam riwayat MED. Hingga tiga catatan bibliografi ditampilkan di bagian Dokumentasi. Kategori ini menjelaskan dokumentasi yang tercatat. Kategori tersebut tidak menilai jumlah penutur, status resmi, atau kerumitan bahasa. Bibliografi membantu pembaca menelusuri karya rujukan. Isi kajian bunyi, tata bahasa, dan contoh ujaran dalam karya tersebut belum diringkas karena belum diperiksa langsung.[2]

Ragam dalam sumber

Data sumber tidak mencatat turunan tingkat dialek di bawah identitas keda1252. Ketiadaan catatan ini tidak berarti bahasa tersebut tidak memiliki variasi. Ragam tersebut belum memiliki profil tersendiri dan tidak menambah jumlah bahasa individual dalam koleksi. Nama dan cakupan ragam mengikuti sumber. Glottolog mengingatkan bahwa informasi dialek masih dapat memerlukan koreksi. Penamaan dan pengelompokan perlu diperiksa saat membandingkan sumber.[1][3]

Kode dan cakupan identitas
Sistem kodeKodePemetaan dan catatan
Glottocodekeda1252Identitas cocokDicocokkan pada identitas tingkat bahasa, bukan berdasarkan kemiripan nama.
ISO 639-3ksxHubungan perlu dibaca bersama sumberKode yang ditautkan Glottolog 5.3; cakupan daftar resmi ISO belum diperiksa langsung. Kode tidak menambah hitungan bahasa.

Perkiraan penutur: belum tersedia dalam koleksi ini. Daftar bunyi bahasa (inventaris fonologis) dan penilaian daya hidup bahasa belum diterbitkan.

Nama dalam rujukan

Contoh tulisan dengan rujukan belum tersedia dalam koleksi ini.

Rujukan dokumentasi

Tata bahasa dengan kurang dari 300 halaman · kategori deskripsi terluas yang tercatat dalam Glottolog.

  1. Samely, Ursula. 1991. Kedang (Eastern Indonesia): some aspects of its grammar. (Forum phoneticum, 46.) Hamburg: Helmut Buske. xi+235pp. (PhD from JWG U Frankfurt am Main 1989.) ↗
  2. Samely, Ursula. 1990. Kedang (Eastern Indonesia): some aspects of its grammar. 46. Hamburg: University of Frankfurt/Main dissertation. (xi+235pp.) ↗
  3. Sawardo, Paulus, Nico Hayon, Sandi Maryanto, {} Troeboes, Felysianus Sanga & R. Susamsi. 1989. Fonologi, morfologi, dan sintaksis bahasa Kedang. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. xvi+165pp. ↗

Setiap tautan membuka catatan bibliografi Glottolog.

Isi buku dan artikel asli belum diperiksa. Kategori MED menjelaskan keluasan dokumentasi yang tercatat, bukan mutu atau keunggulan bahasa.

Lokasi bukti: CLDF values.csv: keda1252-med; keda1252-medovertime.