Bahasa.ensiklopedia.online

Bahasa · Lisan

Lengilu

Lengilu dicatat sebagai bahasa lisan kategori L1 dalam Glottolog 5.3, dengan identitas leng1260. Sumber menempatkannya dalam keluarga Austronesian dan mengasosiasikannya dengan Indonesia.

ISO 639-3
lgi
Cara berbahasa
Lisan
Lingkup
Bahasa individual · cakupan Glottolog 5.3
Rujukan utama
Glottolog 5.3 ↗
Lengilu
Titik rujukan; bukan batas persebaran. Glottolog 5.3 ↗ · Lisensi

Gambaran umum

Identitas dan penamaan

Glottolog menggunakan nama rujukan Lengilu. Identitas leng1260 tercatat pada tingkat bahasa, dalam kategori bahasa lisan sebagai bahasa pertama (L1). Kategori ini mengacu pada penggunaan tradisional suatu komunitas. Cakupan profil mengikuti sumber, termasuk dokumentasi dari masa lalu. Nama katalog belum tentu merupakan nama asli atau nama pilihan komunitas. Nama asli hanya ditambahkan jika ada bukti yang sesuai. Glottolog menautkan kode ISO 639-3 lgi. Cakupan kode pada daftar resmi ISO belum diperiksa langsung.[1][2][3]

Posisi dalam klasifikasi

Jalur klasifikasi Glottolog 5.3 menuju Lengilu melewati Austronesian (aust1307) → Malayo-Polynesian (mala1545) → North Borneo Malayo-Polynesian (nort3253) → North Sarawakan (nort3171) → Dayic (kela1257) sebelum mencapai identitas leng1260. Urutan ini mempertahankan cabang pada edisi sumber. Keluarga akar tidak selalu menjadi induk langsung bahasa. Kekerabatan ini mengikuti klasifikasi historis Glottolog. Kesamaan negara atau aksara tidak menentukan kekerabatan. Klasifikasi dapat berubah seiring bertambahnya penelitian perbandingan historis.[2][3]

Bukti identitas: languoid.csv: id=leng1260; CLDF leng1260-level, leng1260-category ↗

Klasifikasi dan hubungan

Menurut Glottolog, edisi 5.3.

  1. AustronesianGlottocode aust1307 · Glottolog 5.3
  2. Malayo-PolynesianGlottocode mala1545 · Glottolog 5.3
  3. North Borneo Malayo-PolynesianGlottocode nort3253 · Glottolog 5.3
  4. North SarawakanGlottocode nort3171 · Glottolog 5.3
  5. DayicGlottocode kela1257 · Glottolog 5.3
  • LengiluJalur klasifikasi lengkap dari akar keluarga tercatat dalam data CLDF v5.3.

Informasi dengan konteks

Asosiasi wilayah dan titik

Kolom negara (Countries) mencatat kaitan dengan Indonesia (ID). Kawasan geografis (Macroarea) dalam Glottolog: Papunesia. Pembagian kawasan ini mengikuti data sumber dan berbeda dari keluarga bahasa. Titik perwakilan sumber berada pada 3.69641° lintang dan 115.91° bujur. Negara dan titik rujukan tidak menunjukkan semua lokasi penutur, status bahasa resmi, batas komunitas, atau kepemilikan wilayah. Informasi wilayah perlu dibaca sesuai cakupan sumber.[1][2]

Dokumentasi yang tercatat

Dokumentasi terluas yang tercatat dalam Glottolog, atau Most Extensive Description (MED), termasuk kategori kajian fonologi, teks, ciri khusus, kamus, atau dokumentasi setara. Edisi sumber mencatat 2 rujukan dalam riwayat MED. Hingga tiga catatan bibliografi ditampilkan di bagian Dokumentasi. Kategori ini menjelaskan dokumentasi yang tercatat. Kategori tersebut tidak menilai jumlah penutur, status resmi, atau kerumitan bahasa. Bibliografi membantu pembaca menelusuri karya rujukan. Isi kajian bunyi, tata bahasa, dan contoh ujaran dalam karya tersebut belum diringkas karena belum diperiksa langsung.[2]

Ragam dalam sumber

Data sumber mencatat 4 entri tingkat dialek di bawah identitas leng1260. Nama ragam yang ditautkan langsung antara lain Binuang, Long Layu’, Long Padi, Long Mutan. Ragam tersebut belum memiliki profil tersendiri dan tidak menambah jumlah bahasa individual dalam koleksi. Nama dan cakupan ragam mengikuti sumber. Glottolog mengingatkan bahwa informasi dialek masih dapat memerlukan koreksi. Penamaan dan pengelompokan perlu diperiksa saat membandingkan sumber.[1][3]

Kode dan cakupan identitas
Sistem kodeKodePemetaan dan catatan
Glottocodeleng1260Identitas cocokDicocokkan pada identitas tingkat bahasa, bukan berdasarkan kemiripan nama.
ISO 639-3lgiHubungan perlu dibaca bersama sumberKode yang ditautkan Glottolog 5.3; cakupan daftar resmi ISO belum diperiksa langsung. Kode tidak menambah hitungan bahasa.

Perkiraan penutur: belum tersedia dalam koleksi ini. Daftar bunyi bahasa (inventaris fonologis) dan penilaian daya hidup bahasa belum diterbitkan.

Nama dalam rujukan

Contoh tulisan dengan rujukan belum tersedia dalam koleksi ini.

Rujukan dokumentasi

Kajian fonologi, teks, ciri khusus, kamus, atau dokumentasi setara · kategori deskripsi terluas yang tercatat dalam Glottolog.

  1. Sellato, Bernard. 2009. Social organization, settlement patterns, and ethnolinguistic processes of group formation: The Kenyah and Putuk in East Kalimantan. In Peter W. Martin and Peter G. Sercombe (eds.), Languages in Borneo: Diachronic and Synchronic Perspectives, 11-56. Borneo Research Council. ↗
  2. Clayre, Beatrice. 2005. Kelabitic languages and the fate of ‘focus’: evidence from the Kerayan. In Arka, I Wayan and Malcolm Ross (eds.), The many faces of Austronesian voice systems: some new empirical studies, 17-58. Canberra: Pacific Linguistics. ↗

Setiap tautan membuka catatan bibliografi Glottolog.

Isi buku dan artikel asli belum diperiksa. Kategori MED menjelaskan keluasan dokumentasi yang tercatat, bukan mutu atau keunggulan bahasa.

Lokasi bukti: CLDF values.csv: leng1260-med; leng1260-medovertime.