Bahasa.ensiklopedia.online

Keluarga/cabang · Cabang genealogis · Glottolog 5.3

Dimasa-Kokborok

Dimasa-Kokborok adalah cabang genealogis menurut Glottolog 5.3, dengan Glottocode dima1253. Sumber mencatat 5 entri tingkat bahasa di bawah kelompok ini. Koleksi Bahasa memuat 5 profil bahasa anggotanya. Jumlah bahasa dan kelompok dihitung terpisah.

Identitas
dima1253
Cara berbahasa
Tidak berlaku
Lingkup
Cabang genealogis · Glottolog 5.3
Rujukan utama
Glottolog 5.3 ↗
IndukBoroicKelompokDimasa-KokborokBahasaDimasaKeluarga/cabangTipperic
Cuplikan dua hubungan anak langsung; bukan seluruh pohon. Glottolog 5.3 ↗ · Lisensi

Gambaran umum

Identitas kelompok

Label rujukan kelompok ini adalah Dimasa-Kokborok dan identitasnya dima1253. Glottolog mencatat kelompok ini pada tingkat keluarga (family). Kelompok ini merupakan cabang di bawah Boroic (boro1284), sehingga tidak dihitung sebagai keluarga tingkat akar. Profil ini membahas kelompok kekerabatan menurut satu klasifikasi historis. Kelompok dihitung terpisah dari bahasa individual. Kemiripan nama tidak cukup untuk menyamakan identitas bahasa, nama alternatif, aksara, atau wilayah. Nama rujukan dipertahankan jika padanan bahasa Indonesia belum tersedia.[1][2]

Posisi dan induk

Jalur menuju kelompok ini adalah Sino-Tibetan (sino1245) → Brahmaputran (brah1260) → Bodo-Garo (bodo1279) → Boroic (boro1284) → Dimasa-Kokborok (dima1253). Hubungan induk dan cabang di halaman ini mengikuti susunan Glottolog edisi 5.3. Setiap kelompok memiliki identitas tersendiri. Keluarga akar tidak selalu menjadi induk langsung semua anggotanya. Pohon dalam koleksi hanya memuat kelompok terpilih. Cabang lain dalam sumber belum tentu memiliki profil.[1][2]

Bukti identitas: languoid.csv: id=dima1253; level; parent_id ↗

Anggota dalam koleksi

Menurut Glottolog, edisi 5.3.

  1. Sino-TibetGlottocode sino1245 · Glottolog 5.3
  2. BrahmaputranGlottocode brah1260 · Glottolog 5.3
  3. Bodo-GaroGlottocode bodo1279 · Glottolog 5.3
  4. BoroicGlottocode boro1284 · Glottolog 5.3
  • Dimasa-KokborokHubungan induk langsung dalam pohon genealogis Glottolog 5.3.

Induk dan cabang langsung

  • BoroicInduk langsung · Glottolog 5.3

5 profil bahasa terbit dalam koleksi.

Hubungan bersumber
HubunganProfilKonteks sumber
Induk langsung dalam skemaBoroicKeluarga/cabangGlottolog 5.3Glottolog · snapshot CLDF bertag v5.3 ↗

Informasi dengan konteks

Cakupan dan anggota

CSV Glottolog mencatat 5 turunan tingkat bahasa, 1 turunan tingkat keluarga (family), dan 7 turunan tingkat dialek di bawah Dimasa-Kokborok. Angka tersebut menyatakan cakupan data sumber, bukan jumlah penutur atau jumlah profil terbit. Di antara 5 bahasa yang sudah mempunyai profil di koleksi, terdapat Dimasa, Kok Borok, Riang (India), Tippera, Usui. Bahasa anggota dapat berada beberapa tingkat di bawah kelompok. Daftar ini tidak menyatakan semuanya sebagai anak langsung. Dialek dan cabang tidak ditambahkan ke hitungan bahasa individual.[1][2]

Bukti dan batas klasifikasi

Catatan klasifikasi (subclassification) untuk dima1253 menautkan 1 catatan bibliografi klasifikasi. Tautan bibliografi mengarah ke catatan yang digunakan Glottolog. Bibliografi ini mengikuti catatan Glottolog sebagai sumber sekunder. Isi karya asli belum diperiksa atau disalin dalam penyusunan profil. Penelitian perbandingan historis dan bukti perubahan bahasa bersama dapat memperbarui klasifikasi antaredisi. Pohon ini tidak mewakili kesepakatan semua sumber.[2][3]

Kode dan cakupan identitas
Sistem kodeKodePemetaan dan catatan
Glottocodedima1253Identitas cocokIdentitas kelompok genealogis; bukan kode bahasa individual.

Nama dalam rujukan

Contoh tulisan dengan rujukan belum tersedia dalam koleksi ini.

Catatan dan rujukan

Bibliografi klasifikasi dalam Glottolog

Catatan ini ditautkan oleh data sumber. Isi karya asli belum diperiksa dalam penyusunan profil ini.

  1. Glottolog 5.3 · dataset languoid resmi ↗Glottolog 5.3 · CC BY 4.0
  2. Glottolog · snapshot CLDF bertag v5.3 ↗Glottolog v5.3 · CLDF · CC BY 4.0
  3. Glottolog 5.3 · prinsip kategori dan klasifikasi ↗Glottolog 5.3 · CC BY 4.0

Atribusi dan catatan setiap sumber →